RSS
Facebook
Twitter

Rabu, 05 Desember 2012

7 Pertimbangan Sebelum Operasi Caesar

Banyak calon ibu yang saat ini memilih menjalani operasi Caesar untuk persalinannya, meskipun tidak mengalami problem selama kehamilan. Alasannya, sebagian karena takut sakit bisa harus melahirkan secara normal, sebagian lain karena menyesuaikan jadwal dokternya, dan sisanya agar dapat memilih tanggal cantik untuk kelahiran bayinya.
Padahal, operasi Caesar bukanlah prosedur main-main. Ada banyak risiko yang harus Anda terima ketika Anda menjalani prosedur ini. Karena itu, sebelum Anda memutuskan untuk menjalani operasi Caesar, pertimbangkan tujuh hal di bawah ini.

1. Caesar adalah operasi besar
Banyak orang mengira operasi Caesar adalah prosedur sederhana yang tidak memiliki faktor risiko yang besar. Padahal, persalinan secara Caesar membawa banyak risiko, dari infeksi, mengurangi fungsi usus, meningkatnya risiko hysterektomi, hingga gangguan berkemih akibat kerusakan kandung kemih.

2. Waktu pemulihannya lebih lama
Operasi Caesar juga sering digambarkan sebagai pilihan termudah. Namun, penyembuhan luka operasi dan rahim akan memakan waktu lebih lama ketimbang persalinan normal yang pemulihannya hanya butuh 6 minggu. Dalam beberapa minggu setelah persalinan, perempuan yang menjalani persalinan secara pembedahan sering merasakan ketidaknyamanan, nyeri, bahkan harus mengonsumsi obat-obatan pereda rasa sakit.

3. Waktu persalinannya tidak tepat
Hasil studi menunjukkan bahwa operasi Caesar yang dilakukan sebelum kehamilan 39 minggu bisa meningkatkan risiko kelahiran bayi prematur, dikarenakan ketidakakuratan dalam memprediksi tanggal kelahiran. Bayi yang dilahirkan pada usia kehamilan 37 minggu dua kali lipat menyebabkan komplikasi ketimbang mereka yang dilahirkan setelah kehamilan 39 minggu.

4. Bayi mengalami kesulitan bernafas
Sebuah studi yang digelar oleh The American Academy of Family Physicians tahun 2007 menunjukkan adanya peningkatan risiko kesulitan bernafas dan masa rawat lebih lama bagi bayi yang dilahirkan melalui operasi Caesar. Hal ini membuktikan bahwa dalam banyak kasus, bayi-bayi ini kemungkinan belum siap untuk lahir, dan hal itulah yang meningkatkan kecenderungan masalah pernafasan.

5. Meningkatnya masalah plasenta
Ibu yang pernah melahirkan secara Caesar akan meningkatkan risiko masalah plasenta pada kehamilan berikutnya. Salah satu kondisi paling berbahaya dalam masalah ini adalah Placenta Acretta. Saat itu, plasenta tumbuh ke dalam dinding rahim sehingga sering membutuhkan operasi histerektomi. Risiko ini meningkat dari 0,6 persen pada Caesar kedua, 2,1 persen pada Caesar ketiga, dan meningkat dengan setiap prosedur Caesar sesudahnya.

6. Lebih sedikit bakteri baik
Ketika Anda melahirkan secara normal, bayi akan terpapar bakteri baik yang hidup di dalam vagina Anda. Paparan terhadap bakteri ini merupakan proses penting dalam membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh si bayi. Sementara, bayi yang lahir secara pembedahan hanya terpapar sedikit bakteri baik yang ditemukan di rumah sakit dan pada kulit ibunya. Yang perlu diperhatikan justru adanya sisa infeksi bakteri staphylococcus dan Streptococcus pneumoniae, yang bisa menyebabkan pneumonia.

7. Bisa menyelamatkan nyawa bayi
Ketika kehamilan Anda mengalami masalah, operasi Caesar kadang-kadang diperlukan secara medis. Prosedur ini bahkan bisa menyelamatkan nyawa ibu dan bayinya. Kondisi yang membutuhkan prosedur Caesar antara lain placenta previa (plasenta menutup jalan lahir), cord prolapse (tali pusat mendahului bayi keluar dari rahim), dan bayi mengalami kesulitan untuk lahir.

Larangan Ibu Hamil Sesungguhnya

Tahukah kegiatan yang dilakukan ibu hamil dapat mempengaruhi kondisi janin dalam kandungan dan ibu itu sendiri, kegiatan apakah itu? berikut penjelasan larangan ibu hamil dalam melakukan kegiatan.

Larangan ibu hamil dalam melakukan kegiatan :
1. Merokok
Larangan ibu hamil yang pertama yaitu merokok. karena dapat menularkan nikotin dan juga meningkatkan resiko kanker pada bayi. Selain itu merokok juga bisa meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur dan juga kematian pada bayi.
2. Zat beracun dan juga bahan kimia
Larangan ibu hamil kedua yaitu jauhi peralatan rumah yang mengandung zat beracun dan bahan kimia. Seperti pembersih rumah tangga yang mempunyai kandungan timbal, menggunakan merkuri sebagai zat pelarut, insektisida dan juga cat.
3. Mengkonsumsi obat sembarangan
Larangan ibu hamil selanjutnya jangan mengkonsumsi obat sembarangan. Beberapa obat diketahui tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi ibu hamil karena dapat menimbulkan reaksi yang dapat membahayakan janin. Mintalah petunjuk dokter bahkan untuk obat yang dijual bebas.
4. Membersihkan kandang kucing atau anjing
Sangat dilarang karena memiliki resiko toksoplasmosis yang bisa berbahaya bagi janin.
5. Mandi sauna
karena temperatur yang tinggi merusak bayi dalam kandungan dan juga menyebabkan ibu hamil pingsan.
6. Menggunakan pembersih alat kelamin wanita
Ibu hamil diharuskan menghindari semprotan atau cairan pembersih karena kemungkinan dapat mempengaruhi kondisi alat kelamin yang dapat meningkatkan risiko infeksi pada saluran kandung kemih atau infeksi jamur.
7. Menggunakan sinar X-ray
jika ibu hamil diharuskan melakukan tes diagnostik atau pemeriksaan gigi dengan sinar X-ray sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sehingga dapat lebih berhati-hati dalam pengerjaannya.
8. Mengangkat barang berat
Larangan ibu hamil mengangkat barang berat karena dapat meningkatkan tekanan pada bagian punggung yang dapat menyebabkan risiko. Jika otot punggung dalam keadaan lemah dan perut sudah membesar sebaiknya minta bantuan orang lain untuk mengangkatnya.
9. Mewarnai rambut
Larangan ibu hamil mewarnai rambut karena dapat meningkatkan risiko neuroblastoma yaitu salah satu jenis kanker yang umum pada anak. Selain itu American Pregnancy Association juga menuturkan sedikit pewarna yang bersentuhan dengan kulit bisa diserap tubuh dan masuk ke dalam aliran darah.

Kamis, 22 November 2012



Melahirkan bayi akan memberi perasaan lega dan bahagia, tetapi di sisi lain Anda juga harus menghadapi fase pemulihan diri yang cukup berat. Fase ini membutuhkan waktu, apalagi jika Anda menjalani persalinan secara caesar. Untuk membantu percepatan pemulihan diri, coba lakukan beberapa hal di bawah ini.

Bagi tugas
Sejak Anda hamil, sebaiknya sudah mulai mendelegasikan tugas ke pasangan, saudara, atau teman dekat. Jika ini kehamilan kedua, mintalah pasangan berkonsentrasi pada si sulung sementara Anda berfokus pada si bayi. Anda juga perlu tetap aktif, tapi sisihkan waktu dalam jadwal Anda untuk beristirahat yang cukup. Anda juga sebaiknya tidak mengangkat atau menarik obyek-obyek yang berat, atau melakukan kegiatan bersih-bersih yang tidak perlu.

Jangan mengangkat beban berat
Boleh saja sih mengangkat barang, tetapi jangan lebih berat daripada bayi Anda selama setidaknya enam minggu. Tujuannya, agar otot-otot perut Anda punya kesempatan untuk menyembuhkan diri. Perut juga tidak akan terlalu tegang jika Anda bangun dengan berguling ke samping lebih dulu, sambil menarik lutut ke arah dada. Setelah itu, duduk dan gunakan tangan untuk membantu Anda berdiri.
Jangan lupa tertawa
Otot perut kita sebenarnya sangat aktif, hanya saja kita tidak menyadarinya sampai Anda menjalani operasi caesar. Untuk membantu mengurangi rasa nyeri atau ketidaknyamanan, gunakan bantal yang lembut pada perut selama beberapa hari pertama atau lebih jika Anda membutuhkannya, kemudian cobalah untuk batuk, tertawa, menyusui, dan saat buang air.
Air dan serat
Agar Anda lebih mudah saat buang air (BAK atau BAB), minumlah banyak air dan makan buah-buahan untuk membantu membuat tinja menjadi lunak. Untuk mengurangi rasa kembung dan sakit saat membuang gas tersebut, hindari mengonsumsi minuman bersoda selama beberapa hari pertama. Sebagai gantinya, Anda bisa minum teh peppermint.
Latihan ringan
Bila persalinan dilakukan secara caesar, Anda tentu hanya boleh duduk dan berbaring saja pada hari-hari pertama. Namun, Anda bisa mencuri-curi kesempatan untuk melakukan latihan dasar panggul Anda. Latihan ini gunanya untuk memperbaiki otot-otot vagina. Memang pada awalnya akan terasa tidak nyaman, tapi latihan ini juga membantu men-support punggung dan perut Anda.
"Latihan dasar panggul adalah yang paling relevan untuk saat ini (usai persalinan) karena menguatkan dasar panggul. Dasar panggul ini menyokong organ-organ perut termasuk kandung kemih," kata Allyson Williams, pakar kebidanan. Latihan dasar panggul ini sama halnya dengan latihan Kegel, yaitu Anda hanya perlu mengencangkan otot-otot vagina, seperti hendak menahan pipis.
Relaks
Untuk membantu pemulihan diri, rawat diri Anda. Dengan hadirnya bayi, tentu akan lebih sulit bagi Anda untuk meluangkan waktu bagi diri sendiri. Yang bisa Anda lakukan adalah meminta si sulung, kakek-neneknya, pengasuh, atau siapapun, untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah, belanja kebutuhan sehari-hari, atau memasak. Konsumsi makanan yang bergizi, dan minum banyak air putih. Ketika bayi tidur, Anda juga bisa mencuri waktu untuk beristirahat. Atau setidaknya, rileks atau berendam di kamar mandi. Angkat kaki Anda ke atas untuk mengurangi ketegangan pada otot-otot perut dan membiarkannya pulih.
Oleskan krim
Operasi caesar akan menyisakan bekas luka. Untuk membuatnya bekas luka itu melunak dan tidak terlalu gatal, gunakan krim atau minyak. Pijat area tersebut dengan lembut sampai membaik kondisinya. Penggunaan secara rutin akan membuatnya bekas jahitan sembuh dan memudar perlahan-lahan. Coba cari losion khusus untuk luka bekas caesar di apotek, atau cocoa butter cream. Pijat dan refleksologi juga akan membantu pemulihan persalinan secara caesar. Jadi, bila sempat, manjakan diri Anda di salon untuk pijat dan refleksi.
Redakan emosi
Usai persalinan, mungkin bukan fisik Anda saja yang butuh pemulihan, tetapi juga emosi Anda. Kelelahan, kurang tidur, depresi, adalah beberapa pengaruh dari momen paska persalinan. Berkonsultasilah pada dokter bila perasaan-perasaan tersebut tidak menghilang setelah beberapa hari. Ngobrol dengan saudara atau teman-teman yang pernah pengalaman yang sama juga cukup membantu. Atau, ikuti forum atau milis khusus untuk ibu hamil dan menyusui.
Aktif bergerak
Jalan pagi setiap hari di sekitar kompleks perumahan bisa membuat sirkulasi darah Anda terus berjalan lancar dan otot-otot menguat. Anda pun bisa mendapat udara segar, dan sedikit menjauh dari rutinitas selama sesaat. Bila tak ingin meninggalkan si kecil, minta pasangan, teman, atau kakek-neneknya untuk menggendongnya (atau mendorongnya di stroller) sambil menemani Anda jalan-jalan.
Selalu tegak
Duduk atau berdiri tegak memang akan membuat Anda merasa jahitan di perut akan lepas. Tetapi tenang saja, jahitan tak akan lepas. Jadi meskipun Anda sedang ingin membungkuk untuk melindungi perut, coba luruskan kembali secara bertahap untuk meregangkan dan menguatkan otot-otot perut, sekaligus melindungi punggung.

Mencegah Berat Badan Berlebih Saat Hamil


Jika Anda tak ingin mengalami kesulitan menurunkan berat badan sesudah melahirkan, sebaiknya Anda memang tidak menambah berat badan lebih dari batas normal saat hamil. Sebab, sedikit kelebihan berat badan saja (dari batas normal) akan membuat penambahan berat tersebut makin sulit dihilangkan. Dengan kata lain, Anda akan mengalami obesitas dalam jangka panjang.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 14,2 persen perempuan yang semula punya berat badan normal ternyata menjadi overweight dalam satu tahun sesudah melahirkan. Sementara di antara perempuan dengan berat normal, 40 persennya mengalami kelebihan berat badan selama kehamilan.

Untuk mencegah kelebihan berat badan selama kehamilan dan setelah melahirkan, sebuah penelitian menyusun suatu program latihan dan nutrisi. Program ini terbagi dalam tiga kelompok:
* kelompok perempuan yang berlatih dengan intensitas sedang, dan menjalani konseling nutrisi;
* kelompok yang berlatih dengan intensitas rendah dan menerima konseling nutrisi yang sama;
* kelompok yang dikontrol namun tidak menerima campur tangan dari para pakar sama sekali.

Dalam program latihan ini, para ibu hamil hanya diminta untuk jalan kaki. Pada minggu pertama, mereka jalan kaki selama 25 menit, tiga atau empat kali dalam seminggu. Secara bertahap, durasinya ditambah hingga menjadi 40 menit.

Untuk pola makannya, responden diminta untuk memerhatikan asupan kalori dengan mengonsumsi 2000 Kkal per hari. Mereka mengonsumsi tiga kali makan besar, dan tiga sampai empat kali snack per hari. Sebanyak 40-55 persen dari kalori diperoleh dari karbohidrat kompleks dan indeks glikemik rendah. Kemudian, 30 persen kalori lainnya didapat dari lemak sehat, dan 20-30 persennya dari protein.

Setelah menjalani program ini, terlihat bahwa perempuan dalam kelompok latihan satu dan dua mengalami persentase kenaikan berat badan yang lebih rendah daripada kelompok ketiga. Dalam dua bulan setelah melahirkan, dua kelompok latihan ini juga hanya menahan berat badan lebih sedikit.

Namun hal yang tak terduga terjadi di antara dua kelompok latihan itu sendiri. Ternyata, selisih perbedaan antara kelompok latihan intensitas rendah dan sedang tidak begitu besar. Sebanyak 31 persen kelompok intensitas sedang mengalami penambahan berat badan di atas jumlah yang disarankan. Hal yang sama dialami 35 persen dari kelompok intensitas rendah. Sedangkan pada kelompok ketiga, kenaikan berat badan berlebihan dialami oleh 53 persen respondennya.

Ada beberapa kemungkinan mengapa selisih perbedaan antara kelompok pertama dan kedua tipis. Bisa jadi karena kelelahan setelah berolahraga, kelompok latihan intensitas sedang jadi enggan untuk melakukan aktivitas fisik sesudahnya. Kemungkinan lain, meskipun kedua kelompok latihan ini mengonsumsi jumlah kalori yang sama, kelompok latihan dengan intensitas sedang mengonsumsi lebih banyak kalori sebagai kompensasi atas kalori yang dibakar saat latihan.

Para peneliti juga mendapati bahwa hampir separuh dari perempuan yang mengalami kenaikan berat badan berlebihan sebenarnya timbangannya sudah naik sebelum menjalani eksperimen ini (usia kehamilan 16-20 minggu). Oleh karena itu, mereka yang tak biasa berolahraga sebelum hamil disarankan untuk mulai berolahraga lebih awal. Jika Anda baru hamil, sebaiknya olahraga sudah dimulai pada awal trimester kedua, atau sekitar usia kehamilan 13 minggu. Pada saat itu, risiko keguguran cenderung rendah.
Nah, kalau Anda sudah berolahraga sejak sebelum terjadi kehamilan, dan tidak mengalami komplikasi yang mengancam kondisi kehamilan, Anda bisa melanjutkan program latihan ini. Pastikan diri Anda nyaman, dan hindari berolahraga dalam cuaca panas dan kondisi yang lembab. Jalan-jalan santai juga sama efektifnya kok, untuk mempertahankan berat badan sehat selama kehamilan. Jika kondisi kehamilan aman, Anda bisa mencoba jalan cepat.
Apa pun hasilnya, eksperimen ini sebenarnya mengirimkan pesan yang sama: baik latihan intensitas sedang atau rendah sama-sama bermanfaat untuk menurunkan risiko mengalami kelebihan berat badan saat hamil.
Ketika sedang mengandung dan perut semakin besar, tidur memang menjadi kurang nyaman. Jika memungkinkan, sebaiknya Anda memang lebih berhati-hati dengan posisi Anda tidur. Apalagi, para peneliti Australia mengatakan bahwa cara perempuan tidur selama kehamilannya bisa memperbesar risiko bayi lahir mati.
Studi mengenai Sydney Stillbirth ini dipresentasikan oleh Dr Adrienne Gordon, ahli neonatologi dari Royal Prince Alfred Hospital, Sydney, Australia. Dalam studinya, Dr Gordon menganalisa kehamilan dari 295 perempuan dari delapan rumah sakit di negara tersebut. Dalam penelitian yang berlangsung selama lima tahun itu, terlihat bahwa ibu hamil yang biasa tidur telentang memiliki kemungkinan melahirkan bayi dalam keadaan mati enam kali lebih besar.

Kira-kira, apa hubungan antara tidur telentang dengan bayi yang lahir mati?

Menurut Dr Gordon, pada beberapa perempuan, tidur telentang dalam waktu lama bisa menghambat aliran darah ke bayi di dalam kandungan. Studi ini dinilai spesifik, karena secara eksklusif mengamati perempuan yang usia kehamilannya sudah lebih dari 32 minggu.

"Dalam tahap akhir kehamilan inilah, proporsi terbesar bayi lahir mati biasa terjadi," ujar Emma McLeod, direktur Stillbirth Foundation Australia, yang mendanai penelitian Dr Gordon. "Sekitar 40 persen kasus bayi lahir mati setelah usia 32 minggu, dan tidak ada penjelasan medis mengapa mereka mati."
Faktor risiko lain yang perlu diketahui ibu hamil karena posisi tidur yang salah adalah tingkat pertumbuhan bayi (ukuran bayi cenderung kecil) dan berkurangnya gerakan janin seiring bertambahnya usia kehamilan.
"Pada perempuan yang memiliki kehamilan sehat dan bayinya lahir selamat, frekuensi dan kekuatan gerakan bayi justru meningkat ketika usia kehamilannya bertambah. Jadi tidak benar mitos yang mengatakan bahwa gerak bayi melambat di dalam rahim untuk menyiapkan kelahirannya," jelas Dr McLeod.
Oleh karena itu, Stillbirth Foundation Australia menyarankan agar para ibu hamil yang merasa gerakan bayinya berkurang segera berkonsultasi dengan dokter. Dr McLeod menyatakan perlunya memperbaiki bagaimana mengatasi kehamilan ketika ukuran bayi diidentifikasi kecil.
Di Australia, setiap tahun lebih dari 2.000 bayi lahir mati. Itu berarti 35 kali lebih banyak daripada kasus Sudden Infant Death Syndrome, dan angka ini tidak menunjukkan penurunan atau pun dapat dipahami penyebabnya.
 
Kesehatan mulut dan gigi ibu hamil sebaiknya mendapat perhatian yang serius, bahkan sejak sebelum menikah. Hal ini mengingat dampak yang ditimbulkan dapat berpengaruh terhadap kehamilan. Salah satu kepedulian tentang kesehatan gigi ibu hamil adalah dengan menyebarluaskan informasi bagaimana merawat gigi dengan benar sejak sebelum hamil dan saat kehamilan.
Perawatan kesehatan gigi yang benar akan membantu meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi. Berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar Depkes 2007 menunjukkan 72,1 persen penduduk Indonesia mengalami karies pada gigi. Penduduk yang mengalami gangguan kesehatan gigi ini tentu saja termasuk ibu hamil dan wanita usia subur.

Mengapa kesehatan gigi dan mulut penting bagi ibu hamil ?

1. Selama kehamilan ibu membutuhkan asupan zat makanan bergizi.

Bila ibu hamil mengalami gangguan pada mulut dan gigi maka kebutuhan pemenuhan makanan tersebut akan terganggu. Terutama bila ibu hamil mengalami karies atau gigi keropos dan berlubang ibu tidak dapat mengunyah makanan dengan baik, akibatnya gizi janin kurang dan bayi mengalami gangguan pertumbuhan dalam kandungan.

2. Ibu hamil mengalami perubahan hormon baik itu progesteron maupun estrogen.

Dampak dari perubahan hormon kehamilan itu dapat mempengaruhi  kesehatan mulut dan gigi, contoh ibu hamil  trimester pertama sering muntah dan kelebihan air liur, rasanya ingin meludah terus menerus. Bila tidak rajin kumur dan menggosok gigi maka kuman dan bakteri penyakit mudah tumbuh, bau mulut (halitosis) dan jamur atau sariawan pada rongga mulut.

3. Peningkatan risiko terjadinya pembengkakan gusi maupun perdarahan pada gusi.

Hal ini karena terjadi pelunakan dari jaringan daerah gusi akibat peningkatan hormon. kadang timbul benjolan-benjolan berwarna bengkak kemerahan pada gusi, dan gusi mudah berdarah

4. Terganggu kenyamanan dan kurang istirahat akibat sering sakit gigi dan ngilu.

Pada saat hamil kondisi gigi yang mengalami caries akan bertambah parah akibat penyerapan kalsium dari tubuh ibu hamil yang dibutuhkan bayi untuk proses pertumbuhan.

5. Ibu hamil dengan keadaan gigi yang rusak cukup parah akan merangsang keluarnya hormon prostaglandin.

Hormon bersifat merangsang timbulnya kontraksi pada rahim. Bila terus menerus rahim berkontraksi maka kelahiran prematur bahkan keguguran dapat terjadi.

6. Infeksi pada gigi ibu hamil dapat menginfeksi janin dalam kandungan.

Menurut hasil penelitian yang dimuat Journal Of Obstetrics Gynecology, Yiping Han peneliti dari Case Western Reserve University tahun 2010, melaporkan ibu yang gusinya terinfeksi dapat menularkan infeksi pada janin melalui  peredaran darah plasenta. Pada kasus yang diteliti ini terbukti kuman Fusobacterium nucleatum yang menginfeksi gusi ibu ditemukan dalam tubuh janin dan  mengakibatkan keguguran. Sementara itu North Carolina menemukan fakta bahwa Bakteri Streptococcus mutans yang merupakan penyebab gigi berlubang dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui sirkulasi darah, dan selanjutnya dapat mencapai jantung dan menyebabkan gangguan pada jantung ibu hamil. (kutipan, Intisari 2010)

Bagaimana pencegahan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi?

Sebelum hamil :

1.  Lakukan penyikatan gigi secara benar dan gerakan sikat melingkar dengan hati hati di sela – sela gigi. Sikat gigi arah atas ke bawah dan sebaliknya arah bawah ke atas.

2.  Menyikat gigi secara teratur dengan pasta gigi yang sesuai dua kali sehari dan malam menjelang tidur

3.  Hindari makanan terlalu panas,dingin dan asam, ngemil dan menggigit makanan yang terlalu keras.

4.  Hindari kebiasaan menusuk lubang pada gigi, terlebih dengan alat yang tidak bersih. Bila terdapat lubang, lakukan perawatan gigi ke dokter.

5.  Bila menggunakan gigi palsu yang bisa dilepas lakukan perawatan dengan disikat bersih dan di rendam dengan cairan obat kumur agar tidak tumbuh jamur atau bakteri

6.  Bersihkan plak atau karang gigi secara teratur ke dokter gigi. Enam bulan sebelum menikah cek kesehatan gigi dan mulut ke dokter

7.  Hindari kebiasaan merokok, karena racun nikotin merusak lapisan gigi

TIPS merawat gigi pada ibu hamil :
1.  Gunakan sikat gigi yang lembut dan ukuran yang sesuai.

2.  Pada waktu ibu hamil muntah  atau sering mengeluarkan air liur jangan lupa untuk  berkumur, bisa dengan air hangat yang dibubuhi garam. Kumur dengan air hangat juga bermanfaat  untuk membersihkan sisa lemak - lemak pada rongga mulut dan sela gigi

3.  Bila perlu pilih pasta gigi yang tidak merangsang terjadinya alergi, terutama untuk gusi yang sensitif

4.  Lakukan penyikatan gigi secara benar dan gerakan sikat melingkar dengan hati hati di sela – sela gigi. Sikat gigi arah atas ke bawah dan sebaliknya arah bawah ke atas.

5.  Bila ada gangguan kesehatan pada mulut yang perlu menggunakan obat kumur, sebaiknya memperhatikan label pada kemasan tentang keterangan kontra indikasi untuk ibu hamil . Penggunaan obat kumur terutama untuk mengatasi bakteri penyebab bau mulut maupun membersihkan keasaman pada rongga mulut bagi ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter gigi.

6.  Bila mempunyai gigi palsu lakukan perawatan gigi palsu secara  teratur

7.  Konsumsi buah buahan berserat yang banyak mengandung vitamin C

8.  Penuhi kebutuhan kalsium sesuai dengan anjuran dokter atau bidan, terutama dari sumber zat makanan alami.

Salam hangat semoga bermanfaat bagi kita semua khususnya wanita usia subur dan ibu hamil.

Jumat, 16 November 2012

7 Nutrisi Penambah Kesuburan/Fertilitas

Banyak mitos yang berkembang di masyarakat bahwa vitamin tertentu dapat menambah kesuburan. Misalnya, pasangan suami-istri dianjurkan banyak makan kecambah karena mengandung vitamin E yang baik untuk kesuburan.
Pendapat itu hanya separuh benar. Meskipun vitamin E diperlukan untuk kesuburan, vitamin tersebut bukanlah satu-satunya yang Anda butuhkan. Anda memerlukan kombinasi sejumlah vitamin lain dan mineral untuk menjaga fertilitas. Mengkonsumsi berlebihan unsur gizi tertentu tapi kurang mengkonsumsi unsur lainnya justru merugikan fertilitas (dan kesehatan) Anda. Dalam kondisi apa pun, pola makan dengan gizi seimbang harus tetap dipertahankan. Berikut adalah tujuh nutrisi yang bila dikonsumsi secara seimbang akan menambah kesuburan Anda:

1. Vitamin E
Vitamin E sangat penting bagi sistem reproduksi pria dan wanita. Bagi wanita, vitamin E menjaga sistem endokrin dan produksi hormon-hormon yang baik. Bagi pria, vitamin E mendukung produksi sperma dan hormon-hormon seks serta mencegah kerusakan DNA sperma.
Sebuah riset menunjukkan bahwa kerusakan yang ekstensif pada DNA sperma dapat menyebabkan infertilitas. Kerusakan DNA tersebut terutama disebabkan oleh radikal bebas. Vitamin E sebagai antioksidan dapat mencegah kerusakan DNA sperma.
Asupan vitamin E yang disarankan adalah 400 UI per hari. Sumber utama vitamin E adalah kecambah, kedelai, hati, dan sayuran berwarna hijau tua.

2. Vitamin C
Vitamin C penting bagi pria dan wanita. Bagi wanita, vitamin C bermanfaat menjaga keseimbangan hormonal, meningkatkan fertilitas, memperkuat sistem imun, dan membantu penyerapan zat besi. Bagi pria, vitamin C mencegah penggumpalan sperma dan meningkatkan mobilitas sperma.
Sumber utama vitamin C adalah buah-buahan seperti jambu, sirsak, pepaya, jeruk, mangga, stroberi dan sayuran seperti cabai dan bayam. Konsumsi harian vitamin C yang disarankan adalah 750-1000 mg.
Meskipun terlalu banyak mengkonsumsi vitamin C tidak berbahaya karena vitamin ini larut dalam air sehingga bila berlebihan akan dibuang lewat air seni, kelebihan vitamin C dapat menurunkan pH tubuh yang kurang menguntungkan bagi sperma dan telur.

3. Vitamin B
Ada dua jenis vitamin B yang bermanfaat menambah kesuburan, satu untuk pria dan satunya untuk wanita. Vitamin B12 dapat menambah dan meningkatkan kualitas sperma sedangkan vitamin B6 dapat meningkatkan kesuburan wanita. Jenis vitamin B lainnya seperti asam folat juga penting untuk proses penyatuan sperma dan sel telur (konsepsi).
Asupan vitamin B6 dan B12 yang disarankan adalah 1,3 dan 2,4 mikrogram per hari. Sumber vitamin B6 adalah wortel, telur, ayam, ikan, pisang, brokoli dan beras merah. Sedangkan  sumber vitamin B12 adalah hati, susu dan ikan.

4. Zat besi
Zat besi penting untuk transportasi darah dan oksigen di dalam tubuh. Kaum wanita memerlukannya untuk menjaga keseimbangan proses ovulasi. Sebuah studi menunjukkan bahwa 40% anggota kelompok wanita yang mengalami masalah ovulasi menjadi subur setelah menambah konsumsi zat besi.
Asupan zat besi yang disarankan bagi pria dan wanita dewasa masing-masing adalah 8 mg dan 18 mg per hari.  Zat besi paling baik diperoleh dari sumber alami seperti kangkung, bayam, hati dan daging.

5. Selenium
Studi yang dilakukan universitas Padua, Italia, menunjukkan bahwa kekurangan selenium dapat menyebabkan infertilitas pada pria. Seperti halnya vitamin E, sebagai antioksidan selenium berperan mencegah oksidasi sel-sel sperma.
Sumber utama selenium adalah daging merah, hati dan makanan laut. Asupan harian yang direkomendasikan untuk pria dewasa adalah 70 mikrogram.

6. Zinc
Zinc atau seng adalah mineral yang sangat penting bagi kesuburan. Mineral ini terdapat pada lebih dari 200 enzim dan protein dan penting sekali bagi pria untuk membantu menjaga fungsi organ seksual dan produksi sperma. Kekurangan zinc menyebabkan penurunan hormon testosteron, penyusutan testis dan pengurangan produksi sperma yang sehat.
Kerang mengandung paling banyak zinc dibandingkan makanan lainnya. Namun berhati-hatilah bagi Anda yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya karena kerang dari teluk Jakarta dicurigai banyak tercemar logam berat seperti timbal dan cadmium. Alih-alih bertambah sehat, Anda justru bisa menjadi sakit karenanya. Zinc juga terdapat pada hati, daging sapi, kepiting,daging kambing, telur dan ayam. Jumlah asupan zinc yang disarankan adalah 15 mikrogram per hari.

7. Kalsium
Untuk mempersiapkan kehamilan, Anda perlu cadangan kalsium yang cukup. Kalsium juga meningkatkan pH tubuh Anda, yang menguntungkan bagi sperma dan telur yang sudah dibuahi serta sejumlah manfaat lain. Sumber kalsium yang terbaik adalah susu segar, sayuran hijau dan daging. Satu gelas susu segar mengandung sekitar 800 mg kalsium.
Kalsium pada makanan lebih mudah diserap tubuh. Namun, suplemen kalsium memberikan alternatif yang lebih praktis. Wanita yang ingin menambah kesuburannya harus mengkonsumsi 1000 mg kalsium sehari.